Aceh Ocean Coral

Pelepasan Anak Penyu (Tukik) Di Pesisir Pantai Lamno

E-mail Cetak PDF

Penyu

 

206 telur dari total 264 telur penyu hijau (Chelonia Mydas) yang disarang alami telah menetas. Tempat penetasan terletak di pesisir Desa Ujung Seudhen Lamno Aceh Jaya. Tukik-tukik (anak) penyu hijau itu di tetaskan secara alami didampingi oleh Lembaga Aceh Ocean Coral (AOC) bersama masyarakat Krueng Teunong dan Desa Ujung Seudhen Kecamatan Jaya.

Pantai yang berpasir halus yang panjangnya sekitar 2 Km ini, berhadapan langsung dengan Samudera Hindia. Desa Ujung Seudhen yang dulu masih daratan saat ini telah menjadi pulau baru karena dibelah oleh tsunami yang melanda Aceh 26 Desember 2004 lalu. Kawasan pantai Seudhen merupakan salah satu tujuan penyu untuk bertelur. Apabila kita melewati jalan Banda Aceh-Meulaboh kita dapat melihat dari puncak gunung Geurutee lokasi pesisir pantai tersebut yang mempunyai panorama alam yang sangat indah, bahkan para turis sering menyebutnya “Bali” Aceh.

Empat dari enam jenis penyu dapat dijumpai di daerah pesisir Lamno, diantaranya Penyu Hijau (Chelonia Mydas), Penyu Belimbing (Dermochelys Olivacea), Penyu Sisik (Eretmochelys imbricate) dan Penyu Tempayan (Carretta –carretta). Dan semua penyu tersebut tercantum dalam Appendix I CITES (Convention on Internasional Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) sehingga tidak dapat dijual belikan.

Click image to open!
Click image to open!
Click image to open!
Click image to open!
Click image to open!
Click image to open!
Click image to open!
Click image to open!
Click image to open!
Click image to open!
Click image to open!
Click image to open!
Click image to open!
Click image to open!
Click image to open!

Lembaga Aceh Ocean Coral (AOC) melakukan penangkaran penyu secara alami di Lamno karena memang merupakan tujuan utama lembaga ini yaitu melestarikan ekosistiem laut. Saat tsunami melanda Aceh banyak dijumpai penyu yang mati dan terdampar di daratan. Dan pada masa rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh, ekositem penyu lebih terancam lagi dimana perburuan telur penyu yang mempunyai nilai ekonomi tinggi dan sebagian masyarakat percaya akan untuk keperkasaan. Dan juga dikarenakan oleh kebutuhan bahan material yang meningkat tajam dalam mempercepat pembangunan gedung, perumahan, jalan dan jembatan di Aceh yang secara langsung telah merusak ekosistem tempat mereka bertelur.

Dua ratus tukik (anak) penyu hijau yang menetas itu merupakan dua sarang yang berbeda lokasi yang bertelur pada tanggal 8 januari 2007 di pantai Seudhen, setelah telur itu di pindah ke tempat yang lebih aman dengan sistem penangkaran alami tersebut pada tanggal 3 sampai dengan 8 Maret 2007 menetas sebanyak 206 tukik dari total telur 264 telur, sedangkan sisa dianggap gagal menetas, penetasan ini dianggap sangat berhasil mencapai lebih 75% lebih. jenis kelamin tukik yang menetas lebih banyak betina yang dapat dibedakan berdasarkan bentuk pengamatan, masa menetasnya telur penyu selama 45 – 60 hari.

Sedangkan pada tanggal 11 Maret 2007 pukul 16.00 WIB sore dilepas ke laut bebas oleh ketua Aceh Ocean Coral (AOC) M.Tajuddin yang melibatkan masyarakat dan murid sekolah dasar di desa tersebut. Setelah dilepaskan pada pasir kelaut yang landai penyu-penyu itu berlari sendirinya mencari deburan ombak dan air laut, secara alamiah , mereka merayap sendiri kelaut dengan mengayunkan kedua kaki depannya, Secara Instingtif anak-anak tukik itu akan melihat ke daratan untuk menandakan tempatnya dilahirkan, suatu saat penyu akan kembali ketempat semula dia dilepaskan untuk bertelur kembali. Pihak AOC hanya mampumemelihara 1 minggu disebabkan tidak ada tempat yang memadai untuk dikembang biakan, mengingat penangkaran yang dilakukan oleh AOC hanya dalam bentuk shelter box dengan ukuran 40X70 cm dari bahan plastic sebanyak 7 buah yang diisi air laut diberi makanan yang berupa ikan cincang, nasi, roti, kelapa, daun-daunan dan serangga ditambah dengan oksigen kedalam air. Sebaiknya tukik-tukik itu dilepas pada usia empat bulan ke atas karena tukik yang masih muda factor keselamatan dalam mempertahan hidupnya sangat kecil yang disebakan banyak predaktor lain dalam air yang memangsanya, Lembaga AOC mengajak pemerinatah NAD, BRR dan lembaga donor yang lain untuk ikut serta dalam pelastarian penyu di Aceh karena ekosistem penyu di Aceh sekarang teracam punah.

Saat ini Jenis penyu hijau dilindungi oleh Pemerintah Indonsia melalui Peraturan Pemerintah (PP) nomor 7 tahun 1999 . Pihak AOC sekarang ini lagi menunggu penetasan beberapa sarang penyu lagi untuk menetas diharapkan dalam bulan ini akan menetas. Lembaga yang sangat consenk dengan kegiatan konservasi dan kelautan ini sangat mengharapkan Pemerintah untuk membangun tempat penangkaran yang modern mengingat hewan kelompok Vertebrata dengan kelas Reptilian yang bernafas dengan paru-paru yang hidup mencapai 150 tahun termasuk hewan purba ini semakin susah dijumpai di daerah pesisir Aceh, dulu penyu sangat mudah dijumpai di pesisir Aceh seperti Pulau Aceh, Sabang, Lhoogh, Lamno, Lageun, Panga, Maulaboh, Abdiya, Kepulauan Semeulue dan yang paling banyak populasinya ada di Pulau Banyak tepatnya di Pulau Bangkaru Kabupaten Singkil. Selama ini kami juga sudah mengsosialisasi program penyelamatan ekosistem penyu kepada masyarakat di daerah pesisir Kabupaten Aceh Jaya dan kami mempunyai target tahun ini akan mencoba membuat tempat penangkaran penyu yang modern di Pesisir Aceh agar kehidupan ekosistem penyu di Aceh tidak mengalami kepunahan, agar dapat dilihat oleh anak cucu kita suatu saat nanti kata Tajuddin.

 

Kalender Kegiatan

September 2010 October 2010
Se Se Ra Ka Ju Sa Mi
1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30

Jadwal Kegiatan

Tidak ada kegiatan yang dijadwalkan.
Liat Kalender

Send your donation to help us protect the Coastal area in Aceh

Kirimkan bantuan anda melalui: Bank BNI Banda Aceh
Nomor Rekening: 0102415783
Atas nama: Aceh Ocean Coral (AOC)