Aceh Ocean Coral (AOC) dan Islamic Relief bekerjasama untuk membuat program perikanan laut terpadu yang akan menyediakan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan. Program ini akan segera dimplementasikan di Kabupaten Simeulue dan Kabupaten Aceh Singkil. Beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan yaitu: pembangunan cold storage, pembangunan jetty kapal ikan, pembangunan rumpon, pembangunan KJA (Keramba Jaring Apung), pelatihan manajemen perikanan, dan lain-lain. Tujuan utama dari program ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui manajemen perikanan laut terpadu dan akses pemasaran yang lebih baik.
Program ini didanai oleh Multi Donor Fund (MDF) untuk Fasilitas Pembiayaan Pembangunan Ekonomi (Economic Development Financing Facility/EDFF) yang dikelola oleh Pemerintah Daerah Aceh melalui Unit Pengelolaan Proyek (Project Management Unit/PMU) bagian dari BAPPEDA Provinsi Aceh.
Latar Belakang
Provinsi Aceh merupakan daerah yang mempunyai potensi besar dalam bidang perikanan. Bidang perikanan merupakan salah satu dari lima sektor prioritas untuk pengembangan ekonomi. Sekarang ini hanya sekitar 5% tenaga kerja yang bergerak di sektor perikanan, tetapi berpotensi untuk menyerap tenaga kerja dua kali lebih banyak. Dengan pemanfaatan sektor perikanan akan menyediakan banyak peluang bagi masyarakat, baik pria maupun wanita. Produksi ikan laut sekarang ini di Aceh mendekati 130.000 ton yang disuplai oleh sekitar 24.000 rumah tangga.
Kabupaten Simeulue mempunyai 41 pulau baik besar maupun kecil dengan potensi yang besar di bidang perikanan. Terdapat 305.000 ha area penghasil ikan yang merupakan pusat penghasil Tuna. Penangkapan ikan laut merupakan mata pencaharian utama dengan jumlah nelayan sekitar 6.500 jiwa.
Kabupaten Aceh Singkil mempunyai potensi yang besar akan ikan laut, udang, rumput laut, dan ikan batu karang. Aceh Singkil memproduksi 17.400 ton ikan per tahun termasuk 6.500 ton ikan segar dari Pulau Banyak tiap tahun. Semua produksi ikan dijual kepada pedagang ikan dan restoran seafood di Sibolga dan Medan (Sumatera Utara). Akan tetapi, para nelayan tidak memperoleh penghasilan yang optimal dari sektor ini karena mereka masih menggunakan cara tradisional untuk penangkapan dan pelestarian ikan.
Lokasi Program
Program ini akan diimplementasikan di 26 desa dalam 4 kecamatan di Kabupaten Simeulue dan Aceh Singkil. Daftar desanya adalah sebagai berikut:
A. Kabupaten Simeulue
1. Kecamatan Teupah Selatan
- Ana-ao
- P. Bengkalak
- Labuhan Bakti
- Seunebuk
- Labuhan Bajau
- Labuhan Jaya
- Latiung
- Lataling
2. Kecamatan Simeulue Timur
- Suka Maju
- Kota Batu
- Sefoyan
- Sinabang
3. Kecamatan Teluk Dalam
- Bulu Hadek
- Muara Aman
- Luan Balu
- Sambay
- Babussalam
- Lugu Sekbahak
- Gunung Putih
B. Kabupaten Aceh Singkil
Kecamatan Pulau Banyak
- P. Balai
- P. Baguk
- Teluk Nibong
- Haloban
- Suka Jaya
- Ujung Sialit
- Asatola
Tujuan dan Kegiatan
Tujuan jangka menengah dari program ini adalah:
- Meningkatkan produktifitas ikan Kerapu sebagai komoditi utama melalui budidaya ikan terpadu yang berhubungan dengan pembenihan di Kabupaten Simeulue. Program ini akan mengaktifkan dan menambah pada bangunan-bangunan yang ada.
- Mengembangkan keterampilan perikanan yang benar pada budidaya ikan laut.
- Akses pemasaran untuk produk ikan. Salah satunya dengan membuka jalur export terhadap ikan beku yang diproduksi dari Cold Strorage.
- Mendirikan dan menjalankan koperasi nelayan (FPC/Fish Producers Cooperative).
Program ini akan dilaksanakan dengan kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
- Sosialisasi dan fasilitasi untuk mengorganisir kelompok nelayan pada setiap desa tujuan.
- Membantu koperasi nelayan yang telah ada di Simeulue dan mendirikan Koperasi Perikanan yang baru di Aceh Singkil.
- Membangun satu Integrated Fish Processing Centre (IFPC) yang akan diwujudkan denganĀ membangun satu unit Cold Storage di Pulau Banyak Kabupaten Aceh Singkil. Dan juga mengaktifkan dan memperbaharui IFPC di Kabupaten Simeulue.
- Mengaktifkan dan meningkatkan pembenihan ikan di Kabupaten Simeulue.
- Mengontrol produksi zooplankton pada pembenihan ikan di Kabupaten Simeulue.
- Mengatur lima bagan apung di Aceh Singkil dan Simeulue.
- Membangun satu jetty kapal ikan di Haloban, Pulau Banyak Kabupaten Aceh Singkil.
- Memberikan pelatihan bagi nelayan tentang Keramba Jaring Apung (KJA) dan Rumpon.
- Memberikan pelatihan lanjutan tentang pengolahan dan pengawetan ikan bagi pekerja di IFPC (Cold Storage).
- Memberikan pelatihan peningkatan kapasitas untuk manajemen koperasi nelayan.
- Memberikan pelatihan tentang pemasaran untuk manajemen koperasi nelayan.
- Memberikan pelatihan peningkatan kapasitas dalam pekerjaan dan manajemen pembenihan.
- Memberikan pelatihan pemberdayaan perempuan dari desa tujuan.
- Mengembangkan pemasaran dan jaringan pemasaran yang lebih baik bagi koperasi nelayan untuk menyediakan ikan di pasar internasional.
- Menyediakan 150 unit Rumpon Dangkal.
- Menyediakan 10 unit Rumpon Dalam.
- Menyediakan 45 unit Keramba Jaring Apung (KJA).
- Memperbaiki serta memperbaharui peralatan untuk 38 boat ikan ukuran sedang (5-10 GT).
- Menyediakan 275 set jaring dan peralatan penangkapan ikan.
- Mengadakan suatu pameran perikanan tingkat provinsi di Banda Aceh.
- Mengkoordinir pertemuan dengan pengusaha lokal, pemerintah lokal, dan lembaga pemerintah yang terkait.
- Mengadakan 4 workshop untuk pengembangan industri perikanan di 4 kecamatan yang berbeda.
Program ini akan diimplementasikan dengan berkoordinasi dengan pemerintah daerah Kabupaten Simeulue dan Kabupaten Aceh Singkil seperti Dinas Perikanan dan Kelautan tingkat kabupaten dan provinsi dan juga dengan BAPPEDA.
AOC mempunyai kerjasama yang erat dengan masyarakat lokal di daerah pesisir untuk memberikan bantuan teknis manajemen sumber daya kelautan dan pemberdayaan nelayan. Selama sembilan tahun, AOC mempunyai pengalaman dalam implementasi berbagai program perikanan dan kelautan di Kabupaten Aceh Singkil, Aceh Selatan, Simeulue, Aceh Jaya, dan Nias.



