Skip to main content

Program Pengembangan Perikanan Tangkap AEDFF, Sustainable Sea Fisheries for Simeulue and Singkil

Aceh Ocean Coral (AOC) bekerjasama dengan Islamic Relief telah mendapatkan block grant dalam program Aceh Economic Development Financing Facility (AEDFF) dari Multi Donor Fund (MDF). Program pengembangan perikanan yang dilaksanakan adalah Sustainable Sea Fisheries for Simeulue and Singkil (SSF S&S). Di dalam program ini akan dilaksanakan beberapa kegiatan sebagai berikut:

  1. Pembangunan Cold Storage dan Jetty kapal ikan di Pulau Banyak Kabupaten Aceh Singkil,
  2. Budidaya ikan kerapu (Keramba Jaring Apung) di Pulau Banyak dan Kabupaten Simeulue,
  3. Pelatihan manajemen perikanan,
  4. Pelatihan pengolahan ikan sederhana, dan lain-lain

Tujuan dari program SSF S&S ini adalah:

  1. Meningkatkan produktifitas ikan Kerapu sebagai komoditi utama melalui budidaya ikan terpadu yang berhubungan dengan pembenihan di Kabupaten Simeulue. Program ini akan mengaktifkan dan memperbaharui berbagai hal yang mampu menunjang produktifitas pada bangunan-bangunan yang ada.
  2. Mengembangkan keterampilan perikanan yang benar pada budidaya ikan laut.
  3. Akses pemasaran untuk produk ikan. Salah satunya dengan membuka jalur export terhadap ikan beku yang diproduksi dari Cold Storage.
  4. Mendirikan dan menjalankan koperasi nelayan (FPC/Fish Producers Cooperative).

Kegiatan yang sedang dan akan dilaksanakan dalam waktu dekat adalah:

  1. Sosialisasi dan fasilitasi untuk mengorganisir kelompok nelayan pada setiap desa tujuan. (*)
  2. Mengaktifkan dan meningkatkan pembenihan ikan di Kabupaten Simeulue. (*)
  3. Mengontrol produksi zooplankton pada pembenihan ikan di Kabupaten Simeulue. (*)
  4. Membantu koperasi nelayan yang telah ada di Simeulue dan mendirikan Koperasi Perikanan yang baru di Aceh Singkil.
  5. Membangun satu Integrated Fish Processing Centre (IFPC) yang akan diwujudkan dengan membangun satu unit Cold Storage di Pulau Banyak Kabupaten Aceh Singkil. Dan juga mengaktifkan dan memperbaharui IFPC di Kabupaten Simeulue.
  6. Mengatur lima bagan apung di Aceh Singkil dan Simeulue.
  7. Membangun satu jetty kapal ikan di Haloban, Pulau Banyak Kabupaten Aceh Singkil.
  8. Memberikan pelatihan bagi nelayan tentang Keramba Jaring Apung (KJA) dan Rumpon.
  9. Memberikan pelatihan lanjutan tentang pengolahan dan pengawetan ikan bagi pekerja di IFPC (Cold Storage).
  10. Memberikan pelatihan peningkatan kapasitas untuk manajemen koperasi nelayan.
  11. Memberikan pelatihan tentang pemasaran untuk manajemen koperasi nelayan.
  12. Memberikan pelatihan peningkatan kapasitas dalam pekerjaan dan manajemen pembenihan.
  13. Memberikan pelatihan pemberdayaan perempuan dari desa tujuan.
  14. Mengembangkan pemasaran dan jaringan pemasaran yang lebih baik bagi koperasi nelayan untuk menyediakan ikan di pasar internasional.
  15. Menyediakan 150 unit Rumpon Dangkal.
  16. Menyediakan 10 unit Rumpon Dalam.
  17. Menyediakan 45 unit Keramba Jaring Apung (KJA).
  18. Memperbaiki serta memperbaharui peralatan untuk 38 boat ikan ukuran sedang (5-10 GT).
  19. Menyediakan 275 set jaring dan peralatan penangkapan ikan.
  20. Mengadakan suatu pameran perikanan tingkat provinsi di Banda Aceh.
  21. Mengkoordinir pertemuan dengan pengusaha lokal, pemerintah lokal, dan lembaga pemerintah yang terkait.
  22. Mengadakan 4 workshop untuk pengembangan industri perikanan di 4 kecamatan yang berbeda.

Program ini akan diimplementasikan dengan berkoordinasi dengan pemerintah daerah Kabupaten Simeulue dan Kabupaten Aceh Singkil seperti Dinas Perikanan dan Kelautan tingkat kabupaten dan provinsi dan juga dengan BAPPEDA.

AOC mempunyai kerjasama yang erat dengan masyarakat lokal di daerah pesisir untuk memberikan bantuan teknis manajemen sumber daya kelautan dan pemberdayaan nelayan. Selama sembilan tahun, AOC mempunyai pengalaman dalam implementasi berbagai program perikanan dan kelautan di Kabupaten Aceh Singkil, Aceh Selatan, Simeulue, Aceh Jaya, dan Nias.